Daryazinc, Obat Untuk Mengatasi Diare Pada Anak

Daryazinc merupakan salah satu obat yang bisa mengatasi diare pada bayi dan anak-anak. Diare merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus (rotavirus), bakteri (salmonella) dan dalam kasus yang jarang terjadi bisa disebabkan oleh parasit (giardia).

Diare adalah salah satu penyakit yang tidak bisa dianggap sepele. Karena menurut laporan WHO, diare merupakan penyebab kematian nomor dua untuk anak dibawah lima tahun. Di seluruh dunia terdapat total 1,7 miliar kasus diare pada anak yang setiap tahunnya terdapat 525.000 balita yang meninggal.

Ada lima tipe klinis diare pada anak yaitu:

  • Diare cair akut: Berlangsung beberapa jam atau hari, dan termasuk kolera;
  • Diare berdarah akut: Juga disebut disentri; dan
  • Diare persisten: Berlangsung 14 hari atau lebih.

Penyebab Diare Pada Anak

Diare terjadi salah satunya karena buruknya sanitasi lingkungan dan kebersihan dan air yang digunakan untuk minum. Menyimpan makanan dalam kondisi yang tidak higienis juga menjadi salah satu penyebab diare.

Selain itu, ada beberapa penyebab lainnya yaitu:

  • Sensitif terhadap makanan tertentu.
  • Alergi makanan.
  • Perubahan pola makan.
  • Terlalu banyak mengonsumsi buah atau jus buah.

Gejala Diare Pada Anak

Diare pada anak ditandai dengan frekuensi BAB yang lebih sering dari biasanya serta tekstur tinja yang lebih berair. Beberapa gejala lain dari diare pada anak meliputi:

  • Demam
  • Sakit perut
  • Mual
  • Urin lebih sedikit dengan berwarna kuning gelap
  • Kulit kering
  • Air mata sedikit atau tidak keluar sama sekali saat menangis

Salah satu yang diwaspadai dari diare ialah dehidrasi. Dehidrasi terjadi karena tubuh kekurangan air dan elektrolit. Jika tidak ditangani dengan cepat, dehidrasi bahkan bisa menyebabkan kematian pada anak. Karena itu, Anda harus mewaspadai beberapa gejala dehidrasi pada anak berikut ini:

  • Mata cekung
  • Lemas
  • Terlihat gelisah
  • Bayi akan terlihat kehausan
  • Mulut dan kulit kering
  • Saat menangis, anak tidak mengeluarkan air mata.

Gejala berikut, menandakan jika anak terkena dehidrasi parah dan harus segera mendapatkan pertolongan medis.

  • Tidak buang air kecil lebih dari 8 jam.
  • Anak terlihat sangat lesu.
  • Ubun-ubun tampak cekung
  • Saat di cubit, kulit tidak langsung kembali seperti semula (membutuhkan waktu 2 detik)
  • Demam tinggi
  • Kehilangan kesadaran

Bagaimana Mencegah Diare Pada Anak?

Diare tidak bisa dicegah, namun Anda bisa meminimalisir risiko anak terkena diare dengan beberapa cara berikut ini:

  • Menggunakan air minum yang aman dan bersih.
  • Penggunaan sanitasi yang bersih.
  • Mencuci tangan dengan sabun.
  • Memberikan ASI eksklusif pada anak selama enam bulan.
  • Menjaga kebersihan pribadi dan makanan yang diberikan pada anak.
  • Melakukan vaksinasi rotavirus.

Cara Mengatasi Diare Pada Anak di Rumah

Cara mengatasi diare pada anak ialah dengan mengganti cairan tubuh yang hilang. Salah satunya dengan oralit. Oralit merupakan campuran air bersih, garam dan gula.

Selain itu, berikan anak makanan yang kaya nutrisi. Jika masih menyusui, maka terus berikan ASI pada anak.

Anda juga bisa memberikan anak vitamin yang mengandung zinc, salah satunya ialah Daryazinc yang juga bisa mengganti cairan tubuh yang hilang dengan dosis sebagai berikut:

  • Anak 6 bulan-5 tahun: 2 ml per hari selama 10 hari
  • Bayi 2-6 bulan: 1 ml per hari selama 10 hari

Daryazinc merupakan pelengkap oralit yang bisa mengganti cairan tubuh yang hilang pada anak saat terkena diare dan diberikan pada anak setelah makan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *