Manfaat Minyak Kelapa dalam Minyak Gosok Cap Tawon

Manfaat Minyak Kelapa dalam Minyak Gosok Cap Tawon

Minyak Gosok Cap Tawon adalah obat luar yang bisa digunakan untuk meredakan rasa nyeri yang timbul pada persendian, mengurangi gatal-gatal akibat gigitan serangga, serta mencegah infeksi lanjutan yang akan terjadi pada luka di kulit tubuh Anda. Minyak Gosok Cap Tawon memiliki kandungan sebagai minyak kelapa, minyak kayu putih, rimpang jahe, minyak sereh, rimpang kunyit, daun lada, dan bawang merah. 

Minyak kelapa yang merupakan kandungan dari Minyak Gosok Cap Tawon ini berguna sebagai bahan pelicin dan menjaga kelembapan tubuh. Oleh karena itu, minyak ini tidak akan menimbulkan rasa lengket saat digunakan.

Sementara itu, kandungan minyak kayu putih, minyak sereh, dan daun lada yang terdapat pada minyak gosok ini juga memberikan kehangatan pada tubuh yang sedang terasa nyeri, serta bisa mengurangi rasa gatal pada kulit. Perpaduan komposisi bahannya yang terbuat dari rimpang jahe, kunyit, dan bawang merah juga dapat bekerja sebagai bahan yang bersifat anti bakteri, sehingga membuat minyak ini bisa digunakan untuk membersihkan luka dari bakteri, mengurangi bengkak yang timbul pada kulit, serta melancarkan sirkulasi darah pada area tubuh yang dioleskan.

Tak hanya itu, Anda juga perlu mengetahui manfaat minyak kelapa yang terdapat pada Minyak Gosok Cap Tawon ini. Berikut penjelasannya.

Manfaat Minyak Kelapa

1. Mengandung Asam Lemak Sehat

Minyak kelapa yang merupakan salah satu bahan penyusun dari Minyak Gosok Cap tawon ini memiliki kandungan asam lemak jenuh tertentu. Jenis lemak tersebut memiliki efek yang berbeda dalam tubuh, jika dibandingkan dengan kebanyakan lemak dari makanan lainnya.

Asam lemak yang terkandung dalam minyak kelapa memicu tubuh untuk membakar lemak dan memberikan energi yang cepat untuk kebutuhan tubuh dan otak. Tak hanya itu, asam lemak juga dapat membantu meningkatkan kolesterol HDL dalam darah, sehingga dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Minyak kelapa juga kaya akan MCT, yaitu suatu jenis lemak yang dapat dimetabolisme tubuh dengan cara yang berbeda dari kebanyakan lemak lainnya. MCT ini dapat bermanfaat sebagai sumber energi yang cepat karena tubuh langsung mengubahnya menjadi keton.

2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Beberapa populasi di seluruh dunia yang sering mengonsumsi kelapa dalam jumlah besar, menunjukkan bahwa mereka memiliki kesehatan jantung yang baik.

3. Meningkatkan Pembakaran Lemak

Kandungan MCT yang terdapat pada minyak kelapa dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar tubuh, dibandingkan dengan asam lemak rantai panjang. 

4. Memiliki Efek Anti Mikroba

Asam laurat membentuk sekitar 50% dari asam lemak yang terdapat dalam minyak kelapa. Saat tubuh Anda mencerna asam laurat, maka tubuh membentuk zat yang disebut dengan nama monolaurin. Asam laurat dan monolaurin ini dapat bermanfaat bagi tubuh karena mampu membunuh patogen berbahaya, seperti bakteri, virus, dan jamur. Minyak kelapa juga dapat digunakan sebagai obat kumur yang dapat mencegah infeksi mulut.

5. Mengurangi Rasa Lapar

Kandungan MCT yang terdapat pada minyak kelapa diketahui dapat membantu mengurangi rasa lapar. Hal ini tentu berhubungan dengan cara tubuh memetabolisme lemak, karena keton dapat membantu mengurangi nafsu makan seseorang. Oleh karena itu, adanya MCT dapat secara signifikan menyebabkan penurunan berat badan jika digunakan dalam jangka panjang.

Dengan mengetahui khasiat minyak kelapa yang terdapat pada Minyak Gosok Cap Tawon, maka hal ini dapat memudahkan Anda untuk mengetahui obat luar yang tepat untuk membantu mengatasi masalah kesehatan yang sedang Anda hadapi. Anda bisa menggunakan Minyak Gosok Cap Tawon sebagai obat luar, dan dipakai sesuai dengan kebutuhan pada area kulit yang memerlukan. Anda dapat memperolehnya dengan harga Rp 19.388 untuk kemasan isi 20 ml.

Cara Pakai Obat Kumur Minosep yang Tepat

Berkumur dengan obat kumur Minosep ternyata punya cara dan langkah tersendiri. Hal ini disebabkan Minosep memiliki kandungan bahan aktif chlorhexidine gluconate yang termasuk obat keras.

Jika tidak digunakan dengan benar, bisa saja memperburuk efek samping yang mungkin timbul atau malah tidak membantu mengatasi masalah yang Anda alami. Berikut adalah aturan pakainya.

Minosep Obat Kumur 60 mL  harga terbaik 18555

Apa itu obat kumur Minosep?

Minosep merupakan merk obat kumur yang diproduksi oleh Minorock, yang memiliki kandungan chlorhexidine gluconate. Kandungan bahan aktif ini dikenal efektif untuk mencegah gingivitis, sariawan, bau mulut, menghambat pembentukan plak, dan memelihara kebersihan mulut. 

Obat kumur Minosep tersedia dalam dua jenis, yakni dalam botol merah dan botol hijau. Perbedaan keduanya adalah dari kadar kandungan chlorhexidine gluconate di dalamnya.

Botol merah memiliki kadar lebih banyak, yakni 0,2 persen, daripada botol hijau yang hanya 0,1 persen. Namun Minosep hijau diklaim memiliki efikasi 80 persen lebih baik serta rasa yang lebih ringan sehingga lebih nyaman untuk digunakan sehari-hari.

Cara pakai obat kumur Minosep

Menggunakan obat kumur yang juga berfungsi untuk mengatasi sebuah penyakit berbeda dengan cara pakai obat kumur yang hanya digunakan untuk mengatasi bau mulut. Berikut cara dan langkah yang tepat dalam menggunakan obat kumur Minosep:

  • Tuangkan cairan sebanyak 10 ml (bisa di bagian tutup atau gelas khusus berkumur)
  • Lalu kumur perlahan selama 30 detik hingga 2 menit
  • Pastikan Anda berkumur secara menyeluruh dan jangan sampai tertelan
  • Buang cairan setelah berkumur
  • Sebaiknya setelah itu tidak berkumur kembali dengan air biasa

Gunakan obat kumur Minosep dua kali dalam sehari, sebaiknya setelah menyikat gigi di waktu sarapan pagi hari dan sebelum tidur di malam hari. Atau gunakan sesuai dengan anjuran dari dokter.

Tunggu setidaknya 30 menit sebelum membilas mulut Anda dengan air atau obat kumur lainnya, atau melakukan kegiatan lain seperti menyikat gigi, makan, atau minum. Sehingga Anda mendapatkan manfaat yang optimal. .

Alternatif obat kumur alami

Selain menggunakan obat kumur seperti Minosep hijau maupun merah, Anda juga bisa menggunakan obat kumur dari bahan alami sebagai alternatif alami. Akan tetapi tentu saja obat kumur ini memiliki manfaat yang berbeda-beda yang bisa Anda sesuaikan dengan keluhan yang dirasakan.

Berikut ini adalah alternatif obat kumur alami yang bisa Anda buat menggunakan:

  1. Larutan garam dan soda kue

Obat kumur campuran garam dengan soda kue dipercaya sangat efektif untuk mengatasi masalah pernapasan seperti demam dan flu serta mencerahkan warna gigi secara alami. Cukup larutkan ½ sdt garam dan ½ sdt soda kue ke dalam segelas air, lalu campurkan. Gunakan untuk berkumur setelah menyikat gigi. 

  1. Larutan lemon

Lemon memiliki sifat antibakteri, sehingga sangat cocok untuk mengendalikan penumpukan plak gigi. Campurkan perasan satu buah lemon ke dalam satu gelas air hangat, meskipun biasa dikonsumsi namun berhati-hati saat berkumur dengan larutan ini.

  1. Larutan cuka apel

Cuka apel diketahui dapat memutihkan gigi secara alami dan menetralkan bau mulut, sehingga mampu meningkatkan kesehatan gigi dan mulut. Campurkan 2 sdt cuka apel, 7 sdm garam, lalu beri setetes minyak esensial vanila. Simpan di dalam toples kecil, dan bisa Anda gunakan untuk berkumur usai menyikat gigi. 

Semua bahan-bahan alami di atas memiliki manfaat terhadap kesehatan yang sangat baik, tidak hanya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut namun juga mengatasi infeksi jamur, antiinflamasi, dan bahkan meningkatkan kekebalan tubuh.

Meskipun penggunaan bahan-bahan alami juga tetap dapat menimbulkan efek samping, sehingga sebaiknya tidak berlebihan saat menggunakannya. Proses yang dihasilkan juga cukup lama, sehingga jika Anda menginginkan hasil yang segera, bisa menggunakan obat kumur Minosep.

Termorex Sirup Ampuh Atasi Demam

termorex sirup

Demam adalah sebuah suhu tubuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan suhu normal. Demam juga dikenal dengan sebutan suhu tinggi, hyperthermia, atau pyrexia, dan biasanya merupakan sebuah tanda bahwa tubuh Anda sedang bekerja untuk menjaga kesehatan dari infeksi berbahaya. Suhu tubuh yang normal berbeda-beda dari satu orang ke orang lain, namun biasanya berada di angka sekitar 35 hingga 37 derajat Celcius. Suhu tubuh 38 derajat Celcius atau lebih dianggap Anda atau anak sedang menderita demam. 

Sebuah bagian dari otak yang dikenal dengan sebutan hypothalamus mengatur suhu tubuh. Sebagai sebuah respon adanya infeksi atau penyakit, atau beberapa penyebab lain, hypothalamus akan membuat tubuh Anda memiliki suhu lebih tinggi dibandingkan suhu normal. Dalam kasus yang ringan, Termorex sirup dapat digunakan untuk demam yang terjadi pada anak. 

Demam adalah gejala penyakit atau infeksi tertentu. Saat Anda menderita demam, Anda akan melihat adanya beberapa gejala lain seperti tubuh menggigil, berkeringat, sakit kepala, tubuh terasa lemas, mudah marah, hilangnya nafsu makan, dan dehidrasi. Jika gejala tersebut terjadi pada anak, berikan ia Termorex sirup untuk mengurangi tingkat keparahan gejala. Demam dapat menjadi tanda adanya beberapa kondisi kesehatan, yang mungkin tidak perlu mendapatkan perawatan medis apapun. 

Penyebab utama demam adalah infeksi seperti demam dan gastroenteritis. Penyebab lain di antaranya adalah infeksi pada telinga dan paru-paru, kelelahan akibat suhu udara yang panas, COVID-19, luka bakar terhadap matahari, kondisi yang dapat menyebabkan peradangan seperti rheumatoid arthritis, efek samping obat-obatan, vaksin dan imunisasi, penggumpalan darah, kondisi autoimun seperti lupus dan penyakit radang usus (IBS), kanker, gangguan hormon seperti hyperthyroidism, dan teething pada bayi dapat menyebabkan demam ringan. 

Meskipun demam dapat dengan mudah diukur menggunakan thermometer, menemukan apa yang menjadi penyebabnya terkadang bukanlah suatu hal yang mudah. Selain pemeriksaan fisik, dokter akan bertanya seputar gejala dan kondisi, obat-obatan, dan apakah baru-baru ini Anda bepergian ke daerah-daerah di mana terdapat banyak infeksi bakteri atau kuman. Infeksi malaria, misalnya, dapat menyebabkan gejala demam. 

Demam biasanya dihubungkan dengan rasa tidak nyaman pada tubuh, dan kebanyakan orang akan merasa baikan setelah demam diobati menggunakan Termorex sirup. Namun, tergantung pada usia, kondisi fisik, dan penyebab utama demam, Anda dan anak mungkin membutuhkan atau tidak membutuhkan perawatan khusus. Banyak ahli percaya bahwa demam merupakan perlindungan tubuh alami dalam melawan infeksi. Selain itu, banyak pula penyebab demam lain yang tidak disebabkan oleh infeksi. 

Perawatan bervariasi tergantung pada penyebab demam. Misalnya, antibiotik dapat digunakan untuk merawat demam yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti strep throat. Perawatan yang paling sering diberikan untuk mengatasi demam di antaranya adalah obat over-the-counter seperti acetaminophen dan obat anti-peradangan non-steroid seperti ibuprofen dan naproxen. Untuk anak-anak, orang tua dapat memberi mereka Termorex sirup sebagai bentuk perawatan utama. Jangan pernah memberi anak aspirin karena obat ini telah dihubungkan dengan sebuah kondisi langka yang mematikan yang dikenal dengan nama sindrom Reye. 

Selain termorex sirup, ada pula bentuk perawatan rumahan yang bisa Anda lakukan, seperti minum banyak air, kaldu, dan jus ataupun minuman rehidrasi lainnya, mandi menggunakan air hangat, banyak beristirahat, dan memakai pakaian yang tipis dan sejuk. Apabila setelah mendapatkan perawatan tersebut di atas demam anak tidak kunjung sembuh, segera hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan, diagnosis, dan perawatan yang tepat.

5 Fakta Salep Betadine Hapus Mitos soal Luka Bakar

salep betadine

Salep betadine yang beredar di toko dan apotek dipercaya ampuh untuk mengobati berbagai jenis luka, termasuk luka bakar. Hal ini karena salep tersebut mengandung Iodine povidone 10 % yang aktif untuk menyembuhkan luka pada kulit. Meski salep khusus untuk luka bakar sudah diproduksi oleh perusahaan farmasi, ternyata masih ada saja sekelompok masyarakat yang percaya mitos luka bakar.

Informasi yang salah mengenai penanganan luka bakar atau penyakit tertentu bisa membahayakan masyarakat, khususnya orang terdekatmu. Oleh karena itu, penting sekali untuk mendiskusikan berbagai gangguan pada kulit, penyakit atau luka pada tenaga medis atau dokter yang lebih paham mengenai hal tersebut. Untuk mengonfirmasi mitos tersebut, berikut ini ada 5 fakta salep khusus luka bakar yang bisa membantumu memahami luka bakar.

Fakta pertama: Iodine mematikan bakteri dan kuman

Kandungan iodine pada salep khusus luka bakar bisa menjadi antiseptik yang mematikan kuman dan bakteri penyebab infeksi. 

Hal ini sekaligus mematahkan mitos yang menyatakan bahwa luka bakar bisa diredakan dengan putih telur. Kenyataannya putih telur malah tidak disarankan untuk mengobati luka bakar. Telur mentah akan meningkatkan risiko infeksi bakteri pada luka sehingga memicu alergi.

Fakta kedua: Iodine povidone mengeringkan luka bakar

Kandungan iodine povidone bisa mengeringkan luka bakar, inilah yang menyebabkan salep luka bakar betadine disarankan menjadi pengobatan pertama pada luka bakar. 

Mitos yang beredar di masyarakat adalah luka bakar bisa kering dengan memberikan odol atau pasta gigi. Namun, hal ini malah sangat berbahaya. Memberikan odol hanya akan menciptakan kondisi bagi kuman untuk berkembang.

Fakta ketiga: Salep luka bakar merusak sel kuman

Kenyataannya kandungan iodine povidone pada salep betadine bisa merusak sel kuman. Hal ini akan membuat kuman menjadi tidak aktif dan tidak dapat berkembang. 

Mitos yang beredar adalah luka bakar bisa diredakan dengan mentega. Namun memberikan mentega pada luka bakar hanya akan berpotensi memberikan ruang bagi bakteri untuk berkembang. Selain itu, mentega bersifat menahan panas sehingga tidak akan meredakan panas pada luka bakar.

Fakta keempat: Salep luka bakar meredakan panas 

Sudah sepatutnya, luka bakar ditangani dengan salep khusus luka bakar. Tujuannya adalah agar mengurangi rasa panas tersebut. 

Namun, mitos yang beredar adalah luka bakar perlu diberikan es batu. Kenyataannya es batu hanya akan mengiritasi luka dan tidak akan menyembuhkan bekas terbakar pada kulit. Jadi, masih mau menggunakan es batu untuk meredakan luka bakar?

Fakta kelima: Salep mencegah infeksi

Salep khusus untuk luka bakar mencegah infeksi pada luka bakar yang mungkin disebabkan oleh kuman dan bakteri. 

Mitos yang ada di masyarakat adalah memberikan minuman beralkohol akan mencegah infeksi pada luka. Ini salah besar. Penyiraman minuman beralkohol pada luka bakar hanya akan membuat rasa nyeri dan sakit semakin bertambah. Selain itu proses penyembuhan luka akan terganggu.

Beberapa luka bakar mungkin tidak akan menyebabkan rasa nyeri. Ketika kamu mengalami hal ini, jangan diabaikan. Kamu perlu tetap mengobati atau memberikan perawatan pada luka bakar tersebut. 

Apabila luka bakar tidak segera diatasi dan diobati dengan tepat, maka akan menyebabkan bekas pada lapisan kulit. Hal paling parah adalah bisa menyebabkan infeksi yang memicu busuk pada permukaan kulit. Jadi, selalu sediakan salep betadine sebagai pertolongan pertama pada luka bakar, ya!

Ini Tindakan Jika Mengalami Efek Samping Vaksin Covid 19

Saat pandemi Covid 19 belum juga mereda, semakin jelas bahwa vaksinasi yang meluas sangat penting untuk membantu menahannya. Di Indonesia sendiri, saat ini pemerintah masih terus gencar meminta masyarakat melakukan vaksin Covid 19.

Jenis Pil KB Laktasi yang Aman untuk Ibu Menyusui

Nah, seperti vaksin pada umumnya, Anda mungkin akan merasakan efek samping vaksin Covid 19. Apalagi, karena masih tergolong baru, vaksin Covid 19 masih terus diuji dan diteliti oleh pemerintah dan berbagai lembaga kesehatan sebelum dapat diberikan dan digunakan oleh masyarakat luas.

Efek samping vaksin Covid 19 tersebut merupakan respons tubuh ketika vaksin sedang menjalankan tugasnya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita. 

Yuk kenali apa saja efek samping Covid 19 yang bisa dialami? 

Efek Samping Umum  

Sama seperti obat maupun vaksin lainnya, vaksin COVID-19 dapat memberi banyak manfaat, tapi juga diketahui dapat menimbulkan berbagai efek samping. Sejauh ini, beberapa laporan menyebutkan bahwa ada beberapa efek samping vaksin COVID-19 yang dapat muncul, di antaranya:

  • Demam ringan
  • Nyeri atau kemerahan di lokasi penyuntikan vaksin
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi di sekitar area suntikan

Bisakah Komplikasi Jadi Efek Samping Covid 19? 

Walau jarang terjadi, pemberian vaksin, baik vaksin COVID-19 maupun vaksin lainnya, bisa menimbulkan efek samping yang lebih serius, seperti reaksi alergi berat atau anafilaktik. Reaksi tersebut dapat menyebabkan keluhan sesak napas, lemas, dan pingsan.

Lalu Apa yang Harus Dilakukan?  

Sebenarnya, Anda tidak perlu terlalu panik jika mengalami beberapa efek samping usai melakukan vaksinasi Covid 19. 

Anda harus tahu dulu efek samping yang dialami sehingga mengetahui tindakan apa yang tepat untuk meringankan gejala tersebut.

Berikut ini penjelasannya:

Jika Efek Samping Vaksin Covid 19 Berupa Demam dan Kelelahan 

Efek samping berupa demam sering kali terjadi satu hari setelah vaksin Covid 19. Jika Anda mengalami demam setelah vaksin Covid-19, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) merekomendasikan untuk minum banyak air dan berpakaian longgar. 

Jika kelelahan parah Istirahat dan relaksasi adalah solusi terbaik jika Anda mengalami kelelahan setelah divaksin.

Selain itu, banyak dokter merekomendasikan agar orang-orang tidak memilih jadwal vaksin sebelum hari kerja yang sibuk, agar tidak lesu dan kelelahan di keesokan harinya. Atau, Anda juga bisa menghindari jadwal padat sehari setelah divaksin.

Lalu untuk meminimalisasi efek samping, usahakan Anda mempersiapkan diri sebelum divaksin. Persiapan sebelum vaksin Covid-19 adalah

  • Makan terlebih dahulu sebelum divaksin
  • Tidur cukup
  • Jaga tubuh agar tetap terhidrasi

Jika Efek Samping Vaksin Covid 19 Berupa Sakit Kepala 

Selain demam, beberapa orang juga mengalami sakit kepala hebat sebagai efek samping vaksin Covid 19. Jika ini terjadi, maka Anda boleh dikonsumsi obat pereda nyeri untuk meredakan sakit kepala tersebut setelahnya jika muncul gejala. 

Jadi, jika setelah mendapatkan vaksin Anda merasakan sakit kepala hebat, silakan konsumsi pereda nyeri untuk meredakan sakit kepala tersebut.

Segera ke Dokter Jika Efek Samping Tidak Kunjung Hilang

Beberapa efek samping di atas merupakan efek samping ringan yang umumnya bisa sembuh dengan sendirinya.

Munculnya efek samping tersebut sebenarnya menandakan bahwa tubuh penerima vaksin sedang membentuk kekebalan atau imunitas terhadap penyakit COVID-19.

Namun jika sudah lebih dari 48 jam efek samping bahkan hingga berhari-hari setelah divaksin tak kunjung hilang, segeralah hubungi dokter. 

Anda juga dapat melapor ke BPOM melalui Layanan Contact Center Halo BPOM dan aplikasi BPOM Mobile.  

Tips Meringankan Efek Samping Vaksin Covid 19

Apabila Anda sedang mengikuti uji klinis vaksin COVID-19 dan mengalami efek samping setelah mendapatkan vaksin, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda dapat lakukan untuk meringankan efek samping tersebut:

  • Mengonsumsi air putih lebih banyak dan makan teratur
  • Memberikan kompres dingin di bagian yang sakit
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol, sesuai anjuran dokter
  • Beristirahat yang cukup, yaitu dengan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam

Ingat, pandemi Covid-19 belum berakhir. Tetap patuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, meskipun Anda sudah mendapat suntikan vaksin Covid-19.

Perhatikan Hal Ini Sebelum Menerima Vaksin Flu

Flu adalah penyakit yang sangat umum terjadi dan bisa menyerang siapa saja. Bila ingin terhindar dari gejala flu, Anda bisa mencoba menerima vaksin flu.

Vaksin ini dilakukan guna mengurangi keparahan gejala ketika flu menyerang. Selain itu, risiko untuk mengalami komplikasi akibat flu juga bisa berkurang dengan adanya pemberian vaksin ini. 

Hal-hal yang perlu diperhatian seputar vaksin flu

Vaksinasi flu memang baik untuk mengurangi keparahan kondisi flu. Akan tetapi, sebelum menerimanya, Anda tetap perlu memperhatikan beberapa hal terlebih dahulu, seperti: 

  • Bahan-bahan vaksin

Vaksin untuk influenza menggunakan kombinasi dari berbagai macam kandungan. Beberapa kandungan ini meliputi merkuri untuk mencegah kontaminasi, garam aluminium, gelatin protein telur, dan lain sebagainya.

Semua kandungan ini sebenarnya cenderung aman untuk digunakan sebagai vaksin. Akan tetapi, bagi sebagian orang, mungkin beberapa kandungan ini bisa menyebabkan reaksi alergi atau efek samping  terhadap obat tertentu. 

  • Waktu yang tepat untuk vaksinasi

Perlu diketahui, vaksin flu bekerja dengan membentu antibodi untuk melawan virus penyebab flu. Setelah menerima vaksin, antibodi tersebut tidak akan langsung terbentuk.

Dibutuhkan waktu setidaknya dua minggu sampai antibodi itu benar-benar terbentuk dengan sempurna. Oleh sebab itu, jangan tunggu sampai anak mengalami tanda-tanda gejala flu untuk menerima vaksin tersebut. 

  • Orang-orang yang tidak boleh menerima vaksin

Tidak semua orang boleh menerima vaksinasi flu. Karena, vaksin ini harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.

Vaksin hanya boleh diberikan pada anak yang sudah berusia lebih dari 6 bulan. Selain itu, orang-orang yang sedang menderita demam juga tidak dianjurkan untuk menerima vaksinasi ini. 

  • Efek terhadap wanita hamil dan menyusui

Vaksinasi flu sebenarnya cukup aman. Karena itu, vaksin ini boleh diberikan pada anak-anak dan juga wanita hamil atau menyusui. Apalagi, wanita hamil dan menyusui lebih rentan mengalami gejala flu yang parah. 

Akan tetapi, tetap konsultasikan pada dokter Anda mengenai vaksinasi. Dokter bisa memberikan pertimbangan apakah vaksiinasi tersebut aman untuk bayi Anda atau tidak. 

  • Efek samping vaksinasi

Setelah menerima vaksin flu, Anda mungkin saja merasakan beberapa efek samping. Efek samping yang paling umum berupa nyeri di sekitar tempat suntik, sakit ringan dan kaku-kaku, serta demam ringan beberapa hari setelah menerima vaksin.

Efek samping itu cenderung cukup ringan dan bisa membaik setelah satu sampai dua hari. Jadi, Anda tidak perlu cemas bila merasakan efek samping yang telah disebutkan tadi setelah menerima vaksin. 

  • Jenis vaksin

Ada dua jenis vaksin yang umumnya diberikan untuk vaksinasi influenza. Yang pertama adalah vaksin dosis tinggi. Vaksin ini diberikan pada orang dewasa yang sudah berusia 65 tahun ke atas.

Sementara, jenis yang kedua adalah vaksin intradermal. Jenis vaksin ini diberikan pada orang dewasa dalam rentang usia 18 sampai dengan 24 tahun.

Perlu diperhatikan, meskipun sudah menerima vaksin, bukan berarti Anda akan terhindar seratur persen dari flu. Potensi terkena gejala flu pada dasarnya tetap ada.

Akan tetapi, risiko keparahan gejala akan jauh lebih rendah. Selain itu, Anda pun tidak akan mengalami komplikasi yang lebih serius.

Setelah menerima vaksin flu pun, Anda bisa melalui proses flu dengan lebih tenang. Karena, gejala dari penyakit flu Anda akan lebih cepat sembuh dibandingkan dengan orang-orang yang tidak pernah menerima vaksin ini sama sekali.