5 Jenis Pengobatan pada Gangguan Depresi

Gangguan depresi bisa mempengaruhi seseorang dengan cara yang berbeda. Seseorang bisa merasa down tapi tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami gejala depresi. 

Merasa sedih atau kesepian, terutama ketika berhadapan dengan perjuangan hidup atau kehilangan pribadi adalah sesuatu hal yang wajar. 

Tetapi ketika perasaan seperti itu menjadi luar biasa dan mempengaruhi kesejahteraan emosional dan fisik Anda, itu mungkin menghalangi Anda untuk menjalani gaya hidup yang produktif.  

Jika ini terjadi, bisa jadi Anda sedang menderita depresi atau gangguan depresi. Tak perlu khawatir berlebih, sebab depresi adalah salah satu gangguan mental yang paling dapat diobati. 

Antara 80% dan 90% persen orang dengan depresi akhirnya merespons pengobatan dengan baik. Jika Anda mengalami gejala depresi, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menemui dokter keluarga atau psikiater. Bicarakan tentang kekhawatiran Anda dan minta evaluasi menyeluruh. 

Hal ini merupakan langkah awal untuk memenuhi kebutuhan kesehatan mental Anda. Selanjutnya, ada beberapa jenis pengobatan pada gangguan depresi, diantaranya:

1. Menciptakan Perasaan Positif

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang untuk membantu mengurangi gejala depresi. 

Bagi banyak orang, olahraga teratur membantu menciptakan perasaan positif dan meningkatkan suasana hati. 

Mendapatkan kualitas tidur yang cukup secara teratur, makan makanan yang sehat dan menghindari alkohol (depresan) juga dapat membantu mengurangi gejala depresi.

2. Pemeriksaan Riwayat Medis

Dengan diagnosis dan pengobatan yang tepat, sebagian besar penderita depresi akan mengatasinya. Sebelum diagnosis atau pengobatan, profesional kesehatan harus melakukan evaluasi diagnostik menyeluruh, termasuk wawancara dan pemeriksaan fisik. 

Dalam beberapa kasus, tes darah mungkin dilakukan untuk memastikan depresi bukan karena kondisi medis seperti masalah tiroid atau kekurangan vitamin (membalikkan penyebab medis akan meringankan gejala seperti depresi).

Evaluasi akan mengidentifikasi gejala spesifik dan mengeksplorasi riwayat medis dan keluarga serta faktor budaya dan lingkungan dengan tujuan untuk mencapai diagnosis dan merencanakan tindakan.

3. Obat Antidepresan

Ketika mendatangi psikiater dan telah melakukan sejumlah pemeriksaan, antidepresan mungkin diresepkan untuk membantu memodifikasi kimia otak seseorang. 

Umumnya obat antidepresan tidak memiliki efek stimulasi pada orang yang tidak mengalami depresi. Antidepresan dapat menghasilkan beberapa perbaikan dalam satu atau dua minggu pertama penggunaan namun manfaat penuh mungkin tidak terlihat selama dua hingga tiga bulan. 

Jika pasien merasa sedikit atau tidak ada perbaikan setelah beberapa minggu, psikiaternya dapat mengubah dosis obat atau menambah atau mengganti antidepresan lain. 

Dalam beberapa situasi, obat psikotropika lain mungkin membantu. Psikiater biasanya merekomendasikan agar pasien terus minum obat selama enam bulan atau lebih setelah gejalanya membaik. 

Perawatan pemeliharaan jangka panjang mungkin disarankan untuk mengurangi risiko episode masa depan untuk orang-orang tertentu yang berisiko tinggi.

3. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) alias Psikoterapi

Psikoterapi, atau “terapi bicara,” kadang-kadang digunakan sendiri untuk pengobatan gangguan depresi ringan, depresi sedang hingga berat.

Psikoterapi sering digunakan bersama dengan obat antidepresan. Terapi ini telah terbukti efektif dalam mengobati depresi. Psikoterapi atau disebut juga Cognitive Behavioral Therapy (CBT) merupakan salah satu bentuk terapi yang berfokus pada pemecahan masalah di masa sekarang. 

CBT membantu seseorang untuk mengenali pemikiran yang menyimpang/negatif dengan tujuan mengubah pemikiran dan perilaku untuk merespon tantangan dengan cara yang lebih positif.

Psikoterapi mungkin hanya melibatkan individu, tetapi dapat mencakup orang lain. Misalnya, terapi keluarga atau pasangan dapat membantu mengatasi masalah dalam hubungan dekat ini. 

Terapi kelompok menyatukan orang-orang dengan penyakit serupa dalam lingkungan yang mendukung, dan dapat membantu peserta untuk mempelajari bagaimana orang lain mengatasi situasi serupa .

Jenis pengobatan ini tergantung pada tingkat keparahan depresi, pengobatan dapat memakan waktu beberapa minggu atau lebih lama. Dalam banyak kasus, peningkatan yang signifikan dapat dilakukan dalam 10 hingga 15 sesi.

4. Electroconvulsive Therapy (ECT) 

Pada pasien dengan depresi berat yang tidak lagi merespon pengobatan lainnya, ECT adalah perawatan medis yang akan direkomendasi.

Pengobatan ini melibatkan stimulasi listrik singkat otak saat pasien berada di bawah anestesi. Seorang pasien biasanya menerima ECT dua sampai tiga kali seminggu dengan total enam sampai 12 perawatan. 

Biasanya dikelola oleh tim profesional medis terlatih termasuk psikiater, ahli anestesi, dan perawat atau asisten dokter. ECT telah digunakan sejak 1940-an, dan penelitian bertahun-tahun telah menghasilkan perbaikan besar dan pengakuan keefektifannya sebagai pengobatan utama daripada pengobatan “pilihan terakhir”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *