5 Fakta Salep Betadine Hapus Mitos soal Luka Bakar

Salep betadine yang beredar di toko dan apotek dipercaya ampuh untuk mengobati berbagai jenis luka, termasuk luka bakar. Hal ini karena salep tersebut mengandung Iodine povidone 10 % yang aktif untuk menyembuhkan luka pada kulit. Meski salep khusus untuk luka bakar sudah diproduksi oleh perusahaan farmasi, ternyata masih ada saja sekelompok masyarakat yang percaya mitos luka bakar.

Informasi yang salah mengenai penanganan luka bakar atau penyakit tertentu bisa membahayakan masyarakat, khususnya orang terdekatmu. Oleh karena itu, penting sekali untuk mendiskusikan berbagai gangguan pada kulit, penyakit atau luka pada tenaga medis atau dokter yang lebih paham mengenai hal tersebut. Untuk mengonfirmasi mitos tersebut, berikut ini ada 5 fakta salep khusus luka bakar yang bisa membantumu memahami luka bakar.

Fakta pertama: Iodine mematikan bakteri dan kuman

Kandungan iodine pada salep khusus luka bakar bisa menjadi antiseptik yang mematikan kuman dan bakteri penyebab infeksi. 

Hal ini sekaligus mematahkan mitos yang menyatakan bahwa luka bakar bisa diredakan dengan putih telur. Kenyataannya putih telur malah tidak disarankan untuk mengobati luka bakar. Telur mentah akan meningkatkan risiko infeksi bakteri pada luka sehingga memicu alergi.

Fakta kedua: Iodine povidone mengeringkan luka bakar

Kandungan iodine povidone bisa mengeringkan luka bakar, inilah yang menyebabkan salep luka bakar betadine disarankan menjadi pengobatan pertama pada luka bakar. 

Mitos yang beredar di masyarakat adalah luka bakar bisa kering dengan memberikan odol atau pasta gigi. Namun, hal ini malah sangat berbahaya. Memberikan odol hanya akan menciptakan kondisi bagi kuman untuk berkembang.

Fakta ketiga: Salep luka bakar merusak sel kuman

Kenyataannya kandungan iodine povidone pada salep betadine bisa merusak sel kuman. Hal ini akan membuat kuman menjadi tidak aktif dan tidak dapat berkembang. 

Mitos yang beredar adalah luka bakar bisa diredakan dengan mentega. Namun memberikan mentega pada luka bakar hanya akan berpotensi memberikan ruang bagi bakteri untuk berkembang. Selain itu, mentega bersifat menahan panas sehingga tidak akan meredakan panas pada luka bakar.

Fakta keempat: Salep luka bakar meredakan panas 

Sudah sepatutnya, luka bakar ditangani dengan salep khusus luka bakar. Tujuannya adalah agar mengurangi rasa panas tersebut. 

Namun, mitos yang beredar adalah luka bakar perlu diberikan es batu. Kenyataannya es batu hanya akan mengiritasi luka dan tidak akan menyembuhkan bekas terbakar pada kulit. Jadi, masih mau menggunakan es batu untuk meredakan luka bakar?

Fakta kelima: Salep mencegah infeksi

Salep khusus untuk luka bakar mencegah infeksi pada luka bakar yang mungkin disebabkan oleh kuman dan bakteri. 

Mitos yang ada di masyarakat adalah memberikan minuman beralkohol akan mencegah infeksi pada luka. Ini salah besar. Penyiraman minuman beralkohol pada luka bakar hanya akan membuat rasa nyeri dan sakit semakin bertambah. Selain itu proses penyembuhan luka akan terganggu.

Beberapa luka bakar mungkin tidak akan menyebabkan rasa nyeri. Ketika kamu mengalami hal ini, jangan diabaikan. Kamu perlu tetap mengobati atau memberikan perawatan pada luka bakar tersebut. 

Apabila luka bakar tidak segera diatasi dan diobati dengan tepat, maka akan menyebabkan bekas pada lapisan kulit. Hal paling parah adalah bisa menyebabkan infeksi yang memicu busuk pada permukaan kulit. Jadi, selalu sediakan salep betadine sebagai pertolongan pertama pada luka bakar, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *